Langkah - langkah Cara Mengetahui dan Mengatasi Alergi Pada Bayi

Langkah - langkah Cara Mengetahui dan Mengatasi Alergi Pada Bayi. Seperti hal nya orang dewasa, kadang bayi pun dapat mengalami alergi terhadap beberapa jenis makanan tertentu. Dan sudah semestinya para orang tua bisa lebih memperhatikan dengan dalam agar bayi Anda dapat terhindar dari alergi.
Untuk mengetahui gejala dan cara penanganan terhadap adanya reaksi alergi pada bayi, berikut ini team redaksi kami akan mencoba menjelaskan cara mengetahui dan mengatasi alergi pada bayi.
Langkah - langkah Cara Mengetahui dan Mengatasi Alergi Pada Bayi

Apa saja sih gejala atau ciri-ciri bayi yang alergi ataupun yang intoleran terhadap beberapa jenis makanan ?
1. Bayi mengalami gatal-gatal, biduran atau mungkin bahkan eksim pada kulit bayi. 
2. Bayi mencret, kembung, kotoran bayi lebih cair dari pada biasanya dan sering buang air. 
3. Bayi lebih rewel disebabkan ia merasa tidak nyaman pada perutnya, karena kembung dan mulas.
Lantas apa yang harus Anda lakukan apabila bayi alergi terhadap beberapa makanan dengan ciri-ciri diatas tersebut ?
Jika bayi mengalami beberpa hal tersebut, sebaiknya segera hentikan pemberian makanan tersebut pada bayi. Agar dapat meyakinkan bahwa makanan tersebutlah yang mengakibatkan timbulnya gejala alergi.
Atau Anda bisa mencoba memberikannya lagi pada bayi setelah selang beberapa hari. Apabila timbul gejala alergi yang sama, maka bisa dipastikan jenis makanan tersebutlah penyebabnya.
Hal apa saja yang harus dilakukan orang tua apabila riwayat alergi pada bayi ?
1. Sebaiknya tunda pemberian makanan pada bayi yang sering menimbulkan dan menyebabkan alergi, seperti halnya putih telur, kacang-kacangan, ikan laut dan alangkah baiknya bila Anda memberikan makanan tersebut setelah bayi berusia 9 bulan.
2. Untuk bayi yang telah terbukti mempunyai reaksi alergi, lebih baik Anda menunda pemberian telur setelah bayi berusia 2 tahun, namun untuk pemberian ikan laut dan kacang-kacangan boleh diberikan saat ia berusia 3 tahun.
3. Makanan yang berbahankan tepung beras atau tepung kacang hijau boleh dikonsumsi oleh bayi dengan menambahkan ASI, air atu menambahkan susu formula.
4. Jika menambahkan susu formula, perhatikan terlebih dahulu apakah bayi Anda alergi atau tidak terhadap susu sapi. Bila bayi alergi, disarankan agar menlurtkan dengan susu formula yang khusus untuk bayi yang menderita terhadap susu sapi.
5. Ketika bayi sudah diperbolehkan untuk mengkonsumsi protein, sebaiknya pilihlah sumber yang paling jarang menyebabkan sebuah reaksi alergi, yaitu : protein yang berasal dari unggas atau sapi serta protein nabati yang berasal dari jenis kacang-kacangan, seperti halnya kacang merah .
Penanganan apa saja yang harus dilakukan orang tua bila bayi menderita diare ?
1. Sebaiknya tetaplah berikan ASI dan makanan yang sehari-hari biasa bayi konsumsi, namun makanan yang diberikan bukan dari jenis makanan yang dapat menimbulkan reaksi alergi ya bun.
2. Berikan pada bayi cairan oralit, yang khusus untuk bayi sesuai dengan jumlah cairan bayi yang keluar melalui muntah ataupun kotoran.
3. Sebagai batas patokan, ketika bayi Anda menderita diare berikan oralit sebanyak 100 ml.
4. Secepatnya bawalah bayi Anda untuk berobat bila diare tetap berkelanjutan atau bahkan sama sekali tidak mengalami perubahan sedikitpun.
Setelah membaca cara mengetahui dan mengatasi alergi pada bayi seperti disebutkan di atas, semoga Bunda tidak panik lagi jika bayi mengalami alergi pada makanan, tetaplah tenang dan jangan panik jika perlu segeralah bawa bayi Anda untuk berkonsultasi ke dokter anak.