Jenis-Jenis Makanan Yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Jenis-Jenis Makanan Yang Dilarang Untuk Ibu Hamil. Sangat penting bagi ibu hamil untuk memerhatikan asupan makanan yang di konsumsi setiap harinya, karena agar proses perkembangan janin dalam kandungan berjalan dengan lancar. Oleh karena itu ibu hamil harus mengetahui jenis-jenis makanan yang dilarang untuk dikonsumsi yang sebagian besar terdiri dari beberapa makanan-makanan mentah dan juga beberapa jenis makanan lainnya.
Dan asupan nutrisi yang diperoleh bayi saat dalam kandungan akan berdampak pada kondisi kesehatannya. Demikian juga hal nya mengenai efek buruk makanan pada janin yang bahkan bisa dirasakan seumur hidup.
Pada dasarnya, beberapa makanan yang dapat mendukung kesehatan ibu hamil adalah produk seperti : sayur-sayuran, buah-buahan, produk olahan susu rendah lemak, daging tanpa lemak dan beberapa olahan gandum utuh.
Makanan Yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Berikut ini beberapa jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil antara lain adalah:

1. Beberapa sayuran mentah

Mengkonsumsi sayuran sehat merupakan hal yang baik bagi ibu hamil. Karena selain terdapat kandungan seratnya yang tinggi juga bisa membantu agar tidak terjadinya konstipasi pada ibu hamil, sayuran juga mengandung banyak vitamin dan mineral.
Namun sebaiknya Bunda dapat menghindari beberapa sayuran ini bila tidak dicuci dengan bersih, beberapa jenis kecambah sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi secara mentah berikut juga tauge dari kacang hijau dan daun semanggi karena bakteri pada beberapa jenis kecambah sangat sulit dibersihkan, apalagi hanya dengan proses mencuci sehingga Bunda perlu masaknya hingga matang. Pada dasarnya larangan ini berlaku untuk semua orang, namun bagi ibu hamil lebih di utamakan.

2. Ikan laut yang mengandung merkuri

Pada umumnya mengkonsumsi beberapa makanan laut atau seafood adalah sumber nutrisi yang baik. Karena terdapat kandungan protein serta omega 3 nya yang tinggi. Namun ada beberapa makanan laut yang beririsko mengandung merkuri yang tinggi. Terutama pada ikan yang umurnya tua dan berukuran besar.
Bahkan badan kesehatan FDA sempat mengatakan ada beberapa makanan laut yang dilaranng untuk ibu hamil yaitu : ikan todak (swordfish), ikan hiu, ikan pesut dan ikan tenggiri. Selain itu, mengkonsumsi ikan tuna sebaiknya dibatasi bagi ibu hamil. Karena ikan tuna mengandung merkuri yang tinggi sehingga bisa mengganggu perkembangan sistem saraf pada janin dalam kandung.

3. Telur mentah

Sebaiknya ibu hamil tidak mengkonsumsi olahan telur mentah ataupun beberapa makanan yang mengandung telur mentah karena resiko bakteri salmonella. Karena bakteri salmonella bisa menyebabkan muntah dan diare pada ibu hamil, meski berkemungkinan kecil dapat menggangu kondisi janin pada kandungan.
Contoh beberapa makanan yang mengandung olahan telur mentah seperti : es krim, saus untuk salad dan krim kue,  yang pada umumnya berbahan dasar telur mentah, jadi sebelum mengkonsumsinya lebih baik Bunda tanyakan terlebih dahulu atau cek kemasan.
Dan pastikan ibu hamil hanya boleh mengkonsumsi telur matang yang ditandai dengan bagian kuning dan putih telurnya yang padat.
Baca Juga : Makanan yang Sehat Untuk Ibu Hamil

4. Daging mentah

Daging mentah dan beberapa olahan daging setengah matang, sangat berisiko mengandung virus toksoplasma. Karena virus tersebut bisa menyebabkan infeksi yang berbahaya bagi janin, meski ibu hamil tidak mengalami gejala apa pun.
Dan juga sangat penting bagi Bunda pada saat memasak daging dan sosis mentah harus matang sempurna, hal ini untuk menghindari virus toksoplasma. Dan setelah matang selalu pastikan seluruh bagian daging ataupun sosis tidak ada lagi yang tampak berdarah atau merah muda.
Serta cuci bersihlah seluruh alat masak yang digunakan untuk memasak daging mentah dan juga selalu rajin untuk mencuci tangan. Dan selalu waspada terhadap virus toksoplasma dari tanah, tinja binatang piaraan dan juga air yang tidak bersih.
Makanan Yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

5. Olahan organ hati

Mengkonsumsi olahan organ hati sebaiknya dihindari bagi ibu hamil, termasuk juga beberapa jenis makanan lain yang mengandung olahan organ hati. Karena kandungan vitamin A nya yang terlalu tinggi sehingga sangat berisiko mengganggu kesehatan janin. Namun olahan organ hati sering juga dijadikaan sebagai menu utam pada makanan pendamping ASI (MPASI) pada bayi yang berusia lebih dari enam bulan.

6. Produk olahan tanpa pasteurisasi

Apabila Bunda gemar mengkonsumsi susu murni yang belum dipasteurisasi, dan pada saat hamil Bunda harus menghindari kebiasaan ini terlebih dahulu. Pasteurisasi adalah suatu proses yang dilakukan pada makanan dengan bertujuan membunuh mikroorganisme yang mengkontaminasi makanan tersebut. Dan berikut ini beberapa makanan seperti susu, madu, jus serta beberapa jenis keju yang seringkali belum dipasteurisasi. Dan selalu patikan makanan yang Bunda konsumsi sudah dipasteurisasi.

7. Jamu-jamuan dan obat tradisional

Obat tradisional memang terdiri dari bahan-bahan alami. Namun sayangnya kita tidak mengetahui kandungan apa saja yang terdapat pada jamu dan obat tradisional tersebut. Dan bagi ibu hamil harus berhati-hati saat mengkonsumsi obat apapun karena dikhawatirkan obat tersebut dapat mempengaruhi janin dalam kandungan.
Hal yang ditakutkan adalah apabila jamu tersebut mengandung bahan-bahan yang belum teruji keamanannya bila diberikan kepada ibu hamil. Dan perlu diingat beberapa macam zat dalam obat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.
Dan bagi Bunda yang hendak mengkonsumsi jamu sebaiknya berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca Juga : Tips Memilih Vitamin Untuk Ibu Hamil

8. Minuman Berkafein

Mengkonsumsi kafein yang berlebihan bagi ibu hamil bisa menyebabkan keguguran dan dapat membuat berat badan bayi menjadi lebih rendah saat lahir nantinya. Dan juga kafein dapat menembus dinding plasenta sehingga membahayakan denyut jantung  pada bayi. Namun sebenarnya kafein bukanlah merupakan makanan yang dilarang bagi ibu hamil. akan tetapi kafein yang boleh diminum setiap harinya adalah 200 mg atau setara dengan 2 gelas kopi , 4 gelas teh dan 5 kaleng minuman bersoda. Namun sebaiknya Bunda menghindari minuman berkafein terlebih dahulu saat masa hamil.

9. Alkohol

Sebaiknya bagi ibu hamil disarankan untuk menghindari minuman beralkolhol, karena dapat menembus plasenta. Dan mengkonsumsi alkohol yang berlebihan dapat menimbulkan penyakit pada janin yaitu : kelainan jantung dan retardasi mental bahkan bisa menyebabkan deformitas "bentuk yang tidak normal" wajah. Serta alkohol dapat mempengaruhi perkembangan otak janin.

10. Berhenti merokok dan menghindari asap rokok

Rokok dan asap rokok dapat menyebabkan efek yang buruk bagi kondisi kehamilan. Karena dapat mengakibatkan kecacatan pada janin, dan rokok bisa membuat rahim mengalami kontraksi dini sebelum tiba waktunya. Rokok juga dapat melemahkan lapisan ketuban, sehingga ketuban akan menjadi mudah pecah. Bahkan keadaan ini dapat mengakibatkan bayi lahir dalam keadaan prematur, yaitu kelahiran sebelum umur kehamilan mencapai waktu yang matang.
Demikianlah Jenis-Jenis Makanan Yang Dilarang Untuk Ibu Hamil yang harus Bunda ketahui. Terima kasih telah berkunjung dan menyempatkan membaca, semoga artikel yang Bunda baca ini bermanfaat, dan sampai jumpa di artikel bermanfaat lainnya.