7 Tips Cara Membedakan Gejala Haid Dan Hamil

7 Tips Cara Membedakan Gejala Haid Dan HamilMenjelang haid (PMS) dan tanda hamil muda memang memiliki sindrom yang hampir mirip, mulai dari kram perut, hingga payudara yang mengencang. Tentunya akan sedikt sulit bagi Anda yang sedang harap-harap cemas untuk bisa membedakan hal tersebut.
Dan berikut ini cara membedakan antara tanda hamil muda dan gejala mau haid (PMS). Namun perlu diperhatikan: Pada setiap wanita satu dan yang lainnya kerap mengalami gejala yang berbeda-beda dan bervariasi.
7 Tips Cara Membedakan Gejala Haid Dan Hamil

1. Terlambat datang bulan (belum tentu tanda hamil)

Salah satu tanda awal kehamilan yang sangat klasik adalah terlambat datang bulan, apalagi jika siklus menstruasi Anda normal serta tidak pernah terlambat sebelumnya. Namun, jika siklus Anda cenderung tidak teratur atau tidak terduga, kemungkinan bukan salah satu tanda kehamilan.
Bahkan terhadap wanita yang memiliki siklus tepat waktu dan normal sekalipun, karena periode menstruasi yang terlewat bukan sebuah jaminan yang pasti dari tanda awal kehamilan. Pola makan yang tidak teratur di sertai stres, aktivitas yang padat dan berbagai macam faktor eksternal lainnya dapat menyebabkan Anda mengalami terlambat datang bulan atau bahkan tidak sama sekali.
Jika Anda melakukan suatu perubahan yang besar dalam aktivitas sehari-hari atau berada di bawah tekanan stres yang berat, maka terlambat haid mungkin hanya alarm dari tubuh untuk mengingatkan Anda agar dapat beristirahat yang cukup.

2. Ngidam merupakan (tanda hamil)

Ketika Anda dalam masa haid atau PMS, mungkin Anda menyadari akan lebih cendrung untuk makan-makanan yang manis atu asin, seperti halnya cokelat, jajanan kripik atau bahkan gorengan. Juga meningkatnya selera makan Anda.
Namun ketika Ngidam ibu hamil  cendrung menginginkan kombinasi makanan yang tidak biasa Anda makan sebelumnya. Seperti halnya (jus mangga muda atau bahkan steak ayam) bahkan Anda mungkin akan menginginkan sebuah makanan yang tadinya jarang Anda konsumsi atau tidak pernah diinginkan sebelumnya.
Seiring dengan keinginan makanan yang bervariasi atau yang aneh-aneh, mungkin juga Anda akan benar-benar tidak tertarik pada beberapa makanan yang memiliki bau dan selera tertentu, bahkan makanan tersebut yang sebelumnya Anda sukai. Dan hal ini tentunya hanya akan berlangsung selama kehamilan saja. Karena ngidam merupakan gejala halus saat masa kehamilan.

Baca Juga : Cermati 10 Tanda Awal Kehamilan Setelah Berhubungan

3. Sakit punggung (mungkin hanya tanda PMS)

Banyak kabar yang mungkin Anda sering dengar bahwa saat masa kehamilan ibu hamil kerap mengalami sakit punggung. Namun, perlu di garis bawahi bahwa rasa sakit tersebut hanya akan muncul pada masa kehamilan trimester kedua sampai tiga, karena berat badan janin dalam kandungan mulai bertambah.
Apabila Anda mengalami rasa sakit pada punggung bagian bawah di iringi dengan dekatnya periode menstruasi, kemungkinan besar itu hanyalah pertanda gejala haid (PMS) saja. Rasa sakit pada punggung bagian bawah yang terkait dengan menstruasi dilaporkan terasa seperti ditembak, namun ada juga yang mengalami rasa sakit seperti berdenyut atau pegal mirip kram. Juga terkadang rasa sakit tersebut terasa sampai ke kedua kaki.

4. Morning Sickness atau mual dan ingin muntah (Itu tanda hamil)

Gejala morning sickness merupakan salah satu tanda awal kehamilan yang paling klasik dan kemungkinan besar  Anda sedang hamil. Gejala mual akan Anda rasakan mulai dari tiga minggu setelah masa pembuahan. Akan tetapi, tidak semua wanita mengalami morning sickness, dan  gejala morning sickness dapat terjadi setiap saat sepanjang hari.
Perlu Anda ketahui saat PMS atau terlambat datang bulan Anda tidak akan mengalami gejala mual dan ingin muntah (morning sickness).

5. Kram perut yang berlangsung lama (tanda akan menstruasi)

Menjelang satu sampai dua hari sebelum menstruasi banyak wanita yang mengalami kram pada perut. Namun, kram perut juga dapat terjadi selama masa implantasi embrio.
Kram perut merupakan salah satu akan menstruasi, jika Anda mengalami kram akibat kejang otot rahim yang akan terjadi antara 24-48 jam sebelum menstruasi. Yang pada umumnya rasa kram tersebut terasa seolah perut bagian bawah diperas juga diikuti oleh nyeri punggung.
Namun beberapa wanita mengalami kram perut PMS ringan, tetapi juga bisa sangat intens. Kram  prut yang Anda rasakan dalam tahap berangsur-angsur akan menghilang diikuti dengan berakhirnya siklus haid.
Terjadinya kram perut disebabkan adanya implantasi embrio umumnya akan terasa lebih ringan dibandingkan dengan kram perut yang terjadi selama masa PMS.
Kram perut juga pada umumya akan terasa lebih dari satu sisi dari yang lainnya. Karena apabila telur dibuahi menempel di sisi kanan rahim, kram mungkin lebih terasa pada sisi tersebut dan  bukan terasa pada sebelah kiri.

Baca Juga : Jenis-Jenis Makanan yang Dilarang Saat Hamil Muda

Juga banyak beberapa wanita yang mengatakan bahwa rasa tersebut seperti halnya dicubit atau ditarik, dan tidak seperti kram yang pada umumnya. Kram juga bisa berlangsung hanya beberapa jam saja atau bahkan hingga beberapa hari pada kasus tertentu, juga yang biasanya terjadi rasa kram pada perut dibarengi dengan adanya bercak darah, namun sekali lagi, hal tersebut tidak berlaku untuk setiap wanita.
Intinya: (apabila Anda mengalami kram yang intens kemudian berlangsung lebih dari satu hari, Anda mungkin mengalami menstruasi PMS).

6. Jika itu tanda PMS, harusnya tidak terdapat bercak darah

7 Tips Cara Membedakan Gejala Haid Dan Hamil, Bercak Darah

Terjadinya pendarahan ringan terkadang merupakan salah satu tanda awal kehamilan, namun banyak wanita sering menduga bercak darah ringan tersebut hanya sebagai pertanda menstruasi biasa. Bercak darah ringan yang terjadi pada masa awal kehamilan disebut dengan pendarahan implantasi.
Di mulainya pendarahan implantasi biasanya seminggu sebelum menstruasi. Jika Anda mendapati adanya bercak darah setelah ovulasi kemungkinan besar menunjukkan suksesnya proses pembuahan. Bercak darah yang Anda dapati mungkin hanya 1-2 tetes saja juga hampir tidak pernah berwarna merah darah menyala.
Pada umunya pendarahan implantasi berwarna merah muda atau kekuningan juga hampir berwarna kecoklatan, dibarengi dengan adanya becak darah. Namun hal ini tidak terjadi pada setiap wanita, dan hanya akan terjadi dalam durasi yang terbatas sperti 1-2 hari atau bahkan hanya beberapa jam saja.
Dalam kasus langka yang terjadi dan menjadi sebuah alasan utama mengapa pendarahan implantasi sering dianggap hanya sebagai awal periode haid. Karena pendarahan implantasi tidak terjadi lebih dari 5 atau 7 hari, dan itu merupakan hal yang tidak normal.
Selama PMS Anda tidak akan memiliki pendarahan, karena saat masa menstruasi Anda tiba maka akan benar terjadi. Juga aliran darahnya akan terasa lebih berat dan berlangsung hingga seminggu. Dan memiliki warna yang bervariasi dari merah tua kehitaman hingga cekelat gelap bahkan merah darah cerah, bertekstur kadang kental juga kadang cair, kadang dilengkapi adanya gumpalan darah.

7. Nyeri pada payudara yang berlangsung lama (merupakan tanda hamil)

Rasa nyeri pada payudara selama masa awal kehamilan merupakan hal yang wajar karena adanya peningkatan hormon progesteron juga payudara akan terasa sakit, sensitif atau keras saat disentuh dan akan terasa lebih padat dan berat dari biasanya.
Payudara juga akan mengalami pembengkakan dan hal ini akan terjadi satu sampai dua minggu setelah mengalami masa pembuahan, bahkan dapat berlangsung cukup lama akibat adanya peningkatan progesteron dalam tubuh untuk mendukung masa kehamilan. Juga beberapa wanita akan mengalami nyeri yang berlangsung sepanjang masa kehamilannya.

Baca Juga : Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Harus Disiapkan

Cara terbaik untuk mengetahui antara gejala haid PMS dan tanda awal kehamilan adalah dengan melakukan tes kehamilan. Mengetahui gejala PMS khas Anda juga akan banyak membantu sehingga Anda akan lebih mudah untuk mengetahui ketika adanya perubahan dalam polanya.
Berkonsultasilah ke dokter apabila Anda memiliki pertanyaan atau medapati masalah. Karena semakin cepat Anda mengetahui Anda hamil, maka akan semakin cepat pula Anda mendapatkan perawatan yang tepat untuk masa kehamilan serta menjaga bayi dalam kandungan.
Demikianlah 7 Tips Cara Membedakan Gejala Haid Dan Hamil yang perlu Anda ketahui sebelum mempersiapkan masa kehamilan. Terima kasih telah berkunjung dan menyempatkan membaca, semoga artikel yang Bunda baca ini bermanfaat, dan sampai jumpa di artikel bermanfaat lainnya.