Perkembangan Bayi 4 Usia Bulan - Pertumbuhan Fisik, Sensorik, Motorik dan Tips Perawatannya

Saat bayi memasuki usia 4 bulan jelas akan membuat semua orang tua merasa senang tentunya. Karena masa perkembangan 4 bulan bayi akan menunjukkan bahwa dirinya memiliki tubuh yang semakin kuat dari masa-masa sebelumnya.

Berbagai macam gerakan bayi akan mulai terlihat dalam berbagai variasi, Namun, bagi bayi yang lahir secara prematur maka pertumbuhannya tidak sama dengan bayi normal pada umumnya. Meski begitu peran orang tua tetap harus memiliki banyak waktu untuk mengawasi bayi.


Ketika bayi memasuki perkembangan 4 bulan ia akan senang bergerak, tertawa atau bahkan bayi sudah bisa mengeluarkan suara pelan sepertihalnya bisikan. Dan bagi bayi Anda yang sering berjemur di pagi hari, maka manfaatnyapun masih bisa dirasakan hingga usia 4 bulan.

Yang tak kalah paling menggembirakannya bayi Anda akan memiliki kehidupan sosial yang lebih baik dari sebelumnya. Pada artikel sebelumnya team redaksi kami telah mengulas perkembangan bayi usia 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan, bisa Anda baca di bawah ini :

                     -> Perkembangan Bayi Usia 2 Bulan
                     -> Perkembangan Bayi Usia 3 Bulan

Serta selalu jadikan kebiasaan baik untuk diri kita dengan cara membaca sebuah informasi maupun tips hingga akhir, supaya tidak ada kesalah fahaman dari informasi yang disampaikan tersebut. 

Berikut ini adalah beberapa informasi yang berhubungan dengan perkembangan bayi 4 bulan :

Pertumbuhan Fisik Bayi

1. Otot tubuh pada bayi akan bertambah kuat seiring berjalannya waktu mulai dari otot bagian kepala, lengan, dada, perut dan otot bagian kaki. Bertambahnya kekuatan otot tubuh bayi tentu akan membuat bayi Anda bisa bergerak dengan cara yang sangat lucu dan menggemaskan.

Meski demikian, si Kecil belum bisa merangkak hanya baru bisa menggeliat dan duduk dengan sedikit bantuan tangan Anda. Oleh karenanya berhati-hatilah ketika merawat bayi agar jangan sampai terjatuh.

2. Pada bulan ke 4 maka bayi akan memiliki kekuatan otot dada yang sangat baik. Sehingga bayi Anda bisa menahan beban dada dan kepala menjadi lebih tinggi ketika sedang dalam keadaan tengkurap.

3. Pada bulan ke 4 juga bayi mulai bisa berguling meski terkadang masih membutuhkan sedikit bantuan dari Anda.

4. Anda juga sudah bisa bermain dengan bayi dengan cara meletakannya dalam posisi duduk tetapi masih harus dipegang pada bagian punggung bayi. Kebiasaan baik ini akan melatih otot punggung dan perut bayi menjadi lebih kuat.

5. Mungkin juga si Kecil akan mengeluarkan air liur lebih banyak pada bulan ini. Jika terlihat tanda-tanda ini maka besar kemungkinan gigi bayi akan mulai tumbuh. Umumnya beberapa bayi juga mungkin akan mengalami masa-masa rewel seperti demam dan rasa tidak nyaman.

6. Pada bulan ke 4 biasanya bayi akan lebih senang memasukkan mainan atau apa saja yang dipegang ke mulutnya karena bayi merasa bagian gusinya terasa tidak nyaman. Anda boleh memberikan mainan yang bisa membantu merangsang kekuatan mulut dan calon gigi. Namun tetaplah berhati-hati dan menjaga kebersihan mainan, jika kotor maka nantinya bayi bisa terkena penyakit seperti diare.

7. Si Kecil juga mungkin akan banyak menggunakan kekuatan kaki untuk bergerak. Untuk membantu perkembangan kekuatan kaki bayi, Anda bisa meletakan mainan yang jaraknya dekat dengan Anda. Hal ini dapat membantu bayi Anda untuk bergerak lebih cepat.

8. Jika Anda perhatikan mata si Kecil, maka akan terlihat lebih cerah dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya. Terutama bagian putih matanya akan berwarna lebih cerah dan terlihat sangat menakjubkan.

Pertumbuhan Sensorik & Motorik Pada Bayi

1. Pada saat bayi memasuki tahap perkembangan bulan 1 sampai 3 maka bayi hanya tertarik pada benda yang memiliki warna cerah saja.

Akan berbeda hal nya ketika bayi masuk perkembangan bulan ke 4 bayi Anda sudah berkembang dengan pengenalan warna. Karena bayi akan mulai tertarik dengan objek benda gelap dan terang. Sehingga Anda bisa mencoba memberikan mainan yang berwarna hitam maupun putih.

2. Si Kecil juga sudah mampu untuk menekan beberapa benda menggunakan jarinya, sehingga Anda bisa mencoba mengenalkan mainan yang lebih bervariasi ke padanya.

3. Indra penglihatan bayi juga akan semakin bertambah tajam. Anda boleh mencobanya dengan cara mengikuti gerakan matanya dengan memberikan benda-benda kesukaan seperti halnya mainan.

Serta perhatikanlah apakah bayi Anda dapat melihat objek tersebut dengan baik. Jika saja terdapat masalah maka segeralah bawa ke dokter anak atau bidan untuk diperiksa lebih lanjut.

4. Si Kecil juga akan mulai suka menjatuhkan benda-benda ataupun mainan yang ia pegang. Mengapa demikian, Karena bayi Anda sedang mencari perhatian dari lingkungan sekitarnya.

5. Kemampuan ekpresi bayi juga akan lebih berkembang serta ia akan mulai mengenali ekspresi orang lain. Bayi sudah mulai bisa mengenali jika ibu marah atau sedang sedih. Bayi juga akan menangis jika ia merasa tidak nyaman.

6. Bayi akan mulai tertarik dan memperhatikan kegiatan orang-orang di sekitarnya bahkan terkadang bayi akan mulai mencontohnya dengan gerakan sederhana yang ia lakukan.

7. Pada masa ini Anda bisa membantu melatih sistem komunikasi si Kecil, dengan cara mengekspresikan setiap ucapan kata-kata vokal kepada bayi, Karena gerakan mulut Anda dapat membantu bayi dalam mengenali bahasa sehari-hari.

Perkembangan Emosi Bayi

Saat si kecil mulai memasuki masa perkembangan bayi 4 bulan, maka emosi bayi juga akan lebih berkembang. Sehingga bayi mulai bisa merasakan sedih ataupun gembira ketika diajak bermain. Bahkan bayi akan menangis apabila merasa ditinggal oleh orang tuanya. Juga ia sudah mulai belajar bahasa sejak awal sehingga bayi mulai bisa mengenali apa kalimat orang tua mereka.

Meski bayi sama sekali belum bisa mengucapkan kata-kata. Namun bayi sudah mulai bisa berceloteh dengan huruf vokal yang cukup kuat. Kabar baiknya ciri tersebut bisa mendorong anak cepat bisa berbicara.

Waktu Tidur Bayi Usia 4 Bulan


Pola tidur bayi usia 0 sampai 12 bulan memang sangatlah penting untuk masa pertumbuhannya. Kebutuhan tidur bayi usia 4 bulan umumnya sekitar 14 - 16 jam perhari. Serta bayi Anda harus dapat beristirahat malam dengan tidur. Namun, umumnya bayi akan tidur selama 8 hingga 9 jam pada malam hari.

Dengan Anda menjaga kualitas tidur malam bayi yang baik dapat membantu meningkatkan perkembangan fisik, sensorik dan motorik pada bayi. Meskipun demikian jangan lupa untuk tetaplah menjaga waktu tidur bayi pada siang hari ya Bun.
Serta posisi tidur bayi yang baik dan benar akan membantu bayi tertidur lebih nyenyak lagi. Setidaknya bayi Anda bisa tidur pada pagi dan siang hari.

Kebutuhan Makan Bayi Usia 4 Bulan

Pola makan bayi usia 0 sampai 12 bulan harus sangat diperhatikan dan mendapatkan pengawasan penuh dari orang tua. Pada masa ini gigi pertama si Kecil mungkin akan tumbuh. Tapi, pada bulan ini juga bayi akan merasa tidak nyaman karena gusi bayi terasa gatal. Karena hal ini lah bayi akan mencoba memasukan benda kedalam mulutnya untuk merasakan giginya.

Makanan pendukung ASI atau MPASI dapat Anda berikan ketika bayi sudah berusia minimal 6 bulan, di bawah usia tersebut bayi harus mendapatkan ASI ekslusif ataupun susu formula. Akan tetapi untuk pertimbangan ini Anda bisa mengikuti kondisi bayi. Apabila di rasa bayi tidak puas dengan susu maka makanan khusus bayi bisa Anda diberikan.
Dengan cara memberikan makanan bayi yang dicairkan untuk membantu memenuhi asupan nutrisi bayi. Namun makanan yang diberikan tidak boleh berlebihan.


Mainan Bayi Usia 4 Bulan

Ketika memasuki bulan ke 4 bayi Anda akan mulai tertarik dengan berbagai jenis benda-benda yang dapat mengeluarkan bunyi-bunyi. Untuk hal ini Anda dapat memilihkan mainan musik yang bisa membantu merangsang sistem kerja otak bayi.

Mungkin juga Anda dapat membuatkan mainan sederhana seperti jenis mainan memasukkan kerikil ke dalam botol. Umumnya setiap jenis mainan yang mengeluarkan suara dan bisa dipegang akan membantu menenangkan bayi. Selain itu sebaiknya Anda dapat memberikan mainan yang memiliki warna cerah kepada bayi. 

Beberapa Tips Perawatan Bayi Usia 4 Bulan

1. Karena bayi Anda sudah memiliki sistem koordinasi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Tentunya akan membuat bayi bisa melakukan gerakan-gerakan yang lebih banyak. Untuk itu selalu perhatikan keamanan tempat bayi terutama saat Anda meninggalkan bayi sendirian.

2. Rasa penasaran bayi yang tinggi terhadap sesuatu, karena itu Anda bisa mencoba mengenalkan beberapa gambar binatang , bunga ataupun gambar benda alam lainnya. Anda juga bisa membantu bayi dalam mengenali berbagai hal dengan cara membacakannya buku.

3. Bayi Anda sangat senang dengan ekspresi dan bunyi-bunyi, oleh karenanya Anda bisa menghibur bayi dengan cara menyanyikannya sebual lagu ataupun mendongeng.

4. Meski bayi Anda sudah mulai tidak terlalu sering menangis, namun, terkadang mereka rewel ketika merasa tidak nyaman. Anda bisa membantu bayi agar merasa nyaman dengan cara mengenalkan beberapa hal yang baru seperti mainan yang berbunyi ataupun buku gambar.

5. Demi menjaga keamanan si Kecil sebaiknya Anda menghindari meletakkan berbagai jenis benda tajam atau benda cair yang berbahaya di dekat bayi. Karena untuk mencegah agar bayi tidak terkena bahaya.

6. Bayi akan membutuhkan asupan makanan yang baik untuk mendukung masa pertumbuhannya. Umumnya beberapa bayi sudah bisa diberikan makanan pendukung ASI atau MPASI, namun ada juga beberapa bayi yang tidak mau.

Sebaiknya teslah terlebih dahulu makanan yang akan diberikan pada bayi. Anda bisa memberikan makanan tersebut dalam jumlah sedikit terlebih dahulu untuk mengetahui reaksi bayi.
Bayi yang sudah berusia 4 bulan akan memiliki penampilan fisik yang lebih kuat. Serta kemampuan koordinasi dan gerakan bayi juga akan lebih baik. Meski demikian, pengawasan orang tua tetap dibutuhkan dalam tahap ini untuk mengurangi resiko hal-hal yang tidak diinginkan.

Demikianlah Perkembangan Bayi 4 Usia Bulan - Pertumbuhan Fisik, Sensorik, Motorik dan Tips Perawatannya yang perlu Bunda ketahui. Terima kasih telah berkunjung dan menyempatkan membaca, semoga artikel yang Bunda baca ini bermanfaat, dan sampai jumpa di artikel bermanfaat lainnya.

Kenali Batuk Alergi Pada Anak, Mengetahui Penyebab, Gejala, Perawatan Dan Pencegahannya

Umumnya penyakit batuk paling sering terjadi terhadap anak-anak. Meski begitu, tahukah Anda bahwa batuk yang dialami oleh anak kadang dipengaruhi dari alergi yang terjadi padanya. Saat anak mengalami alergi maka perkembangannya alerginya akan sangat cepat dan hal itulah yang biasanya menyebabkan batuk yang sangat lama.

Namun Anda tidak perlu khawatir karena team redaksi kami akan mengulaskan beberapa informasi tentang batuk alergi pada anak, dan selalu biasakan ketika Anda membaca sebuah informasi atau surat kabar, bacalah informasi tersebut hingga tuntas agar nantinya informasi yang Anda dapatkan tidak setengah-setengah.

Batuk Alergi Pada Anak

Faktor Penyebab Batuk Alergi Pada Anak

1.Kondisi lingkungan rumah yang kotor

Kondisi lingkungan rumah dan tempat tinggal Anda yang kotor merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya alergi terhadap anak. Karena lingkungan yang kotor dapat menyebabkan sumber penyakit, debu dan juga berbagai faktor pemicu alergi lainnya. Dan hal ini lah yang biasanya menyebabkan penyakit alergi pada anak akan bertahan sangat lama.


2. Penggunaan kipas angin

Pengunaan kipas angin juga dapat manjadi pemicu alergi pada anak. Umumnya kipas angin digunakan saat udara kotor, disisi lain kipas angin juga menjadi salah satu faktor menumpuknya debu dan kotoran yang menyebar ke lingkungan. Dan hal tersebutlah yang menyebabkan batuk pada anak jika saja debu dan kotoran masuk kedalam saluran pernafasan.

3. Udara dingin

Udara dingin yang berasal dari alam ataupun alat pendingin seperti AC juga dapat memicu bahkan menambah kondisi semakin memburuk saat anak mengalami alergi. Biasanya anak akan mengalami sesak nafas dan ia akan merasakan ketidak nyaman pada saluran pernafasan.

Udara yang berasal dari AC dapat menjadi penyebab alergi karena kemungkinan AC menjadi sumber infeksi yang bisa memicu terjadinya alergi, karena adanya penumpukan debu didalam saluran udara.


4. Olahan makanan yang mengandung asam

Makanan yang mengandung rasa asam baik itu asam buatan ataupun asam yang berasal dari buah alami juga dapat menyebabkan batuk yang buruk pada anak.
Awalnya saat anak mengkonsumsi asam maka akan memicu lendir dalam saluran pernafasan menjadi lebih banyak, dan hal tersebutlah yang menyebabkan anak akan lebih sering bersin. Tidak hanya itu asam juga bisa membuat tenggorokan terasa gatal sehingga menyebabkan batuk.

5. Olahan makanan yang mengandung MSG

Setiap jenis makanan, termasuk juga makanan ringan yang mengandung MSG dapat menyebabkan alergi batuk pada anak. Karena penggunaan MSG yang berlebih dapat memicu faktor reaksi tenggorokan yang sangat sensitif.

Dan menyebabkan ketidak nyamanan pada saluran pernafasan. Sehingga menghasilkan banyaknya lendir di dalam tenggorokan dan memicu terjadinya batuk.

6. Olahan makanan & minuman yang mengandung bahan pengawet

Sudah bukan menjadi sebuah rahasia umum bahwa didalam bahan pengawet terdapat kandungan bahan kimia yang dapat menyebabkan saluran pernafasan atas terasa tidak nyaman. Serta reaksinya akan terasa sangat cepat karena biasanya hanya akan berlangsung selama beberapa menit saja.

Setiap makanan yang mengandung bahan pengawet tidak hanya akan menyebabkan alergi batuk, Namun juga bisa memicu anak terjangkit penyakit pernafasan lainnya seperti asma. Terutama bagi anak yang sudah terkena penyakit asma.


7. Olahan makanan & minuman yang mengandung pemanis buatan

Tidak hanya olahan makanan & minuman yang mengandung bahan pengawet, semua berbagai jenis makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan juga bisa membuat anak alergi batuk. Reaksi alergi ini pun akan terjadi sangat cepat.
Karena pemanis buatan umunya terdapat kandungan bahan kimia yang akan mengakibatkan sistem kekebalan tubuh anak menurun. Juga akan menyebabkan produksi lendir yang berlebih dan bisa membuat anak terkena batuk yang sangat lama.

8. Asap rokok

Asap rokok adalah pemicu alergi batuk yang sangat berat terhadap anak. Karena asap rokok yang di hirup akan masuk ke dalam saluran pernafasan dan paru-paru. Sehingga mengakibatkan saluran pernafasan menyempit dan mencoba untuk mengeluarkan asap tersebut.

Pada akhirnya anak akan lebih sering batuk dan merasa tidak nyaman, atau bahkan bagi anak yang mengidap penyakit asma, asap rokok bisa menyebabkan serangan asma.


9. Polusi udara

Polusi udara bebas banyak mengandung bahan karbondioksida, hal ini tentunya akan sangat buruk untuk sistem pernafasan pada anak. Tak hanya itu polusi udara juga sering mengandung berbagai macam partikel bahan kimia termasuk didalamnya debu yang akan berdampak buruk untuk kesehatan paru-paru anak.

Apabila anak Anda sedang menderita alergi batuk maka seharunya gunakanlah masker saat keluar rumah.

10. Alergi terhadap bunga atau tanaman

Sebagian anak juga mungkin mengalami alergi batuk jika terkena putik atau benang sari dari berbagai jenis tanaman. Hal ini termasuk alergi yang sangat sering terjadi dan untuk menyembuhkannya cukup dengan menjauhi sumber alergi tersebut.

11. Alergi terhadap bulu binatang

Bulu binatang contohnya seperti kucing, anjing dan berbagai jenis bintang yang memiliki bulu juga dapat memicu terjadinya alergi batuk pada anak. Saat anak berdekatan dengan sumber alergi maka anak akan mengalami batuk. Tapi jika binatangnya menjauh maka biasanya anak akan sembuh sendiri dengan sendirinya.


Memahami Gejala Batuk Alergi Pada Anak

1. Hal yang umumnya terjadi biasanya anak akan lebih sering bersin yang tidak disertai dengan flu atau bahkan gejala flu yang wajar pada anak.

2. Rasa tidak nyaman pada hidung sampai ke tenggorokan. Biasanya anak akan 
merasakan gatal dari bagian telinga dalam hingga tenggorokan.

3. Anak mengeluarkan lendir tipis dari hidung baik itu berwarna bening atau bahkan apabila sudah memburuk bisa menjadi kehijauan.

4. Rasa gatal pada mata anak juga matanya akan terlihat berair dan merah, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman pada saluran pernafasan.

5. Kemudian nafas anak menjadi terasa sedikit lebih berat dari biasanya lalu anak dapat bernafas dengan baik hanya dari mulut.

6. Anak akan merasakan sesak nafas, tidak nyaman saat bernafas dan akan mulai batuk kering atau batuk berdahak. Umumnya batuk akibat alergi akan berjarak pendek dan sangat sering.

7. Batuk yang terjadi bisa bertahan lama dan terkadang timbul sendiri tanpa gejala karena anak terkena pemicu alergi.

Cara Perawatan Untuk Alergi Batuk Pada Anak

Setelah Anda mengetahui penyebab alergi batuk pada anak. Berikut ini beberapa bentuk perawatan yang bisa Anda sesuaikan dengan penyebabnya.

1. Apabila anak-anak menderita batuk alergi yang berhubungan dengan asma, maka Anda bisa memberikan obat asma seperti inhaler, dan untuk setiap obat yang diresepkan oleh dokter seperti hal nya : albuterol, obat golongan kortikosteroid, obat HFA, dan obat semprot hidung untuk alergi seperti cromolyn.Semua jenis obat harus dikonsultasikan ke dokter yang merawat anak.

2. Apabila anak mengalami alergi batuk yang disebabkan oleh udara dingin maka berikanlah ia jaket atau pakaian hangat. Lalu coba Anda matikan kipas angin, AC atau tutup semua pintu dan jendela rumah.

3. Apabila anak mengalami alergi batuk yang disebabkan oleh asap rokok dan polusi, maka segeralah pindahkan anak ke lingkungan yang terbuka dan bersih serta tidak ada asap rokok. Dan sudah seharusnya bagi semua orang dewasa yang merokok tidak merokok di dalam jangkauan anak-anak.


4. Apabila anak mengalami alergi batuk yang disebabkan atau berhubungan dengan makanan dan minuman, maka bantulah anak untuk membersihkan tenggorokan sesering mungkin. Anda juga dapat mencoba memberikannya air putih agar tenggorokan anak menjadi lebih nyaman.

5. Apabila anak mengalami alergi batuk yang disebabkan dengan keadaan lingkungan rumah yang kotor maka usahakanlah bagi Anda untuk membersihkan rumah dan semua lingkungan termasuk tempat bermain anak-anak.

6. Sebaiknya ajaklah anak Anda untuk keluar menghirup udara segar sesering mungkin untuk membersihkan tenggorokan serta akan membuat paru-paru anak menjadi lebih nyaman dengan udara yang segar dan bersih. Selain itu, cara ini juga bisa mengatasi obesitas pada anak.

Cara Mencegah Batuk Alergi Pada Anak

1. Jagalah lingkungan tempat tinggal anak selalu bersih. Usahakan bagi Anda untuk dapat mengganti semua kain yang digunakan anak seperti : seprai dan selimut secara teratur. Dan jangan lupa untuk memperhatikan kebersihan tirai rumah agar tetap bersih.

2. Selalu berikan makanan yang sehat pada anak karena untuk perkembangan tubuh agar menjadi lebih optimal, atau Anda bisa memberi makanan yang dimasak sendiri di rumah dengan bahan pilihan yang paling sehat dan penuh nutrisi.

3. Sebaiknya jangan berikan makanan yang bisa memicu alergi pada anak seperti : telur, makanan laut, susu dan makanan pemicu alergi pada anak lainya.


4. Selalu biasakan memberikan anak minuman yang bersih dan tidak menyebabkan alergi. Atau Anda dapat menggunakan alat khusus untuk menyaring air di rumah ataupun menggunakan air mineral kemasan yang sudah teruji klinis.

5. Apabila anak alergi terhadap binatang sebaiknya jangan memelihara binatang terlebih dahulu dirumah karena bisa menjadi pemicu alergi pada anak.

6. Ketika anak keluar rumah usahakanlah untuk menggunakannya masker agar nafas anak menjadi lebih nyaman dan tidak terkena debu atau asap polusi yang kotor di luar.

7. Lebih baik Anda tidak memberikan makanan yang digoreng pada anak terlalu sering atau makanan cepat saji dan berbagai jenis makanan yang mengandung MSG dan bahan pengawet lainnya.

8. Usahakan hindari terlebih dahulu penggunaan kosmetik atau parfum yang menyebabkan aroma wangi yang kuat sehingga dapat menyebabkan anak mengalami alergi batuk yang berat.

9. Apabila anak mengalami alergi terhadap makanan tertentu, sebaiknya jangan berikan makanan tersebut pada anak terlebih dahulu. Termasuk juga jika anak mengalami alergi akibat mengkonsumsi buah yang asam, sehingga dapat berdampak alergi batuk yang berat pada anak.

Umumnya setiap alergi batuk bisa Anda kendalikan sesuai dengan penyebab batuknya. Jika anak mengalami alergi yang sangat berat terkait dengan sumber penyebab alergi maka usahakanlah jangan biarkan anak terkena pemicunya.


Kondisi alergi ini bisa saja terjadi sepanjang waktu sehingga Anda sebagai orang tua harus bisa memperhatikan kondisi kesehatan anak. Dan usahakanlah selalu berkonsultasi ke dokter anak atau bidan terdekat. 

Demikianlah Cara Mengenali Batuk Alergi Pada Anak, Mengetahui Penyebab, Gejala, Perawatan Dan Pencegahannya yang perlu Anda ketahui. Terima kasih telah berkunjung dan menyempatkan membaca, semoga artikel yang Anda baca ini bermanfaat, dan sampai jumpa di artikel yang bermanfaat lainnya. 

Jenis - Jenis Makanan Yang Menyebabkan Alergi Pada Bayi

Jenis - Jenis Makanan Yang Menyebabkan Alergi Pada Bayi. Salah satu penyebab alergi pada bayi ialah faktor makanan. Agar bayi dapat terhindar dari masalah kesehatan ini, sebaiknya Anda  mengetahui apa saja makanan pemicu alergi pada bayi dan hal tersebut merupakan kewajiban sebagai orang tua.
Makanan Yang Menyebabkan Alergi Pada Bayi

Alergi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum pada bayi terlebih bagi bayi yang berusia 3 tahun kebawah. Alergi merupakan suatu respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh bayi.
Orang dewasa ataupun bayi yang menederita alergi, sistem kekebalan tubuhnya akan merespon terhadap adanya subtansi tertentu, pada umumnya subtansi tersebut tidak berbahaya terhadap lingkungan. Subtansi tersebut biasa dikenal dengan alergen atau penyebab alergi terhadap tubuh.
Selain serbuk sari, bulu binatang, jamur dan debu tungau yang menjadi salah satu penyebab alergi pada bayi, bayi mengalami alergi juga bisa disebabkan karena makanan yang dikonsumsinya. Lebih dari 20% anak yang berusia 1 tahun pernah mengalami alergi, hal tersebut disebabkan oleh berbagai jenis makanan yang dikonsumsinya.
Lalu apa saja sih makanan yang menyebabkan terjadinya alergi pada bayi? Nah, oleh karena itu team redaksi kami akan mencoba menjelaskannya dalam ulasan artikel dibawah ini.

Jenis- Jenis Makanan Yang Menyebabkan Alergi Pada Bayi

1.Telur Ayam

Telur ayam adalah salah satu jenis makanan yang sudah biasa dikenal dapat memicu terjadinya alergi pada bayi. Namun, bagi bayi yang alergi terhadap telur ayam belum tentu ia alergi terhadap dagingnya ya Bun.

2. Olahan Susu Sapi

Susu sapi ataupun yang sudah di olah menjadi susu formula merupakan salah satu sumber protein yang asing bagi bayi, sehingga susu sapi bisa memicu bahkan menyebabkan alergi pada bayi. Oleh karenanya, ketika Anda memberikan susu sapi ataupun susu formula alahkah baiknya jika  dilakukan saat bayi sudah berusia lebih dari 1 tahun.
Gejala yang dapat ditimbulkan karena alergi terhadap susu sapi atau susu formula yaitu muntah-muntah ataupun diare.

3. Kacang - kacangan

Umunya kacang-kacangan memiliki sifat yang ringan, meski begitu jenis kacang seperti halnya kacang tanah, kacang mede dan jenis kacang yang lainnya bisa memicu terjadinya alergi pada bayi. Dan gejala alergi yang umumnya ditimbulkan akibat mengkonsumi jenis makanan ini yaitu gatal-gatal yang terjadi di daerah tenggorokan.

4. Ikan Laut

Tak hanya jenis kacang-kacangan, ikan pun dapat memicu terjadinya alergi seperti halnya ikan salmon, ikan tuna dan cod. Untuk itu, sebaiknya Anda menunda memberikan ikan pada bayi terlebih dahulu dan merupakan suatu pilihan tepat. Bila bayi sudah menginjak usia 8 - 12 bulan,
Barulah ikan dapat menjadi bagian dari menu makan yang seimbang. Juga tetaplah teliti dalam mengenalkan jenis makanan ini pada bayi Anda.

5. Jenis Kerang - Kerangan

Jenis kerang-kerangan termasuk udang, kepiting dan lobster juga merupakan salah satu makanan yang dapat memicu terjadinya alergi pada bayi. Umumnya gejala yang biasa ditimbulkan seperti gatal pada kulit, bengkak atau bahkan asma.
Alergi yang disebabkan oleh makanan laut terbilang mudah dideteksi karena gejalanya yang ditimbulkan biasanya akan lebih cepat. Karena kurang dari 8 jam saja biasanya keluhan alergi sudah dapat Anda kenali.

6. Olahan Gandum

Olahan gandum seperti tepung terkadang dapat memicu alergi pada bayi. Namun, gandum tidak akan selalu memicu terjadinya alergi. Karena, saat mengkonsumsi gandum akan dicerna oleh enzim pencernaan yang terdapat dalam lambung bayi.

7. Sayur dan Buah

Sayuran dan buah merupakan salah satu jenis makanan yang baik dan sehat. Namun, tidak selamanya buah dan sayuran sehat terutama untuk bayi. Karena, sayuran dan buah juga dapat menjadi penyebab alergi.
Sifat alergi pada sayuran umumnya biasanya akan hilang dengan sendirinya jika diolah atau dimasak selama kurang lebih 2 menit, atau bisa juga disimpan di dalam lemari pendingin atau frezeer selama sekitar 2 minggu. Alergi yang disebabkan oleh buah dan sayur biasanya hanya dialami oleh anak-anak yang alergi terhadap serbuk bunga.
Demikianlah Jenis - Jenis Makanan Yang Menyebabkan Alergi Pada Bayi yang perlu Anda ketahui. Terima kasih telah berkunjung dan menyempatkan membaca, semoga artikel yang Anda baca ini bermanfaat, dan sampai jumpa di artikel yang bermanfaat lainnya. 

Langkah - langkah Cara Mengetahui dan Mengatasi Alergi Pada Bayi

Langkah - langkah Cara Mengetahui dan Mengatasi Alergi Pada Bayi. Seperti hal nya orang dewasa, kadang bayi pun dapat mengalami alergi terhadap beberapa jenis makanan tertentu. Dan sudah semestinya para orang tua bisa lebih memperhatikan dengan dalam agar bayi Anda dapat terhindar dari alergi.
Untuk mengetahui gejala dan cara penanganan terhadap adanya reaksi alergi pada bayi, berikut ini team redaksi kami akan mencoba menjelaskan cara mengetahui dan mengatasi alergi pada bayi.
Langkah - langkah Cara Mengetahui dan Mengatasi Alergi Pada Bayi

Apa saja sih gejala atau ciri-ciri bayi yang alergi ataupun yang intoleran terhadap beberapa jenis makanan ?
1. Bayi mengalami gatal-gatal, biduran atau mungkin bahkan eksim pada kulit bayi. 
2. Bayi mencret, kembung, kotoran bayi lebih cair dari pada biasanya dan sering buang air. 
3. Bayi lebih rewel disebabkan ia merasa tidak nyaman pada perutnya, karena kembung dan mulas.
Lantas apa yang harus Anda lakukan apabila bayi alergi terhadap beberapa makanan dengan ciri-ciri diatas tersebut ?
Jika bayi mengalami beberpa hal tersebut, sebaiknya segera hentikan pemberian makanan tersebut pada bayi. Agar dapat meyakinkan bahwa makanan tersebutlah yang mengakibatkan timbulnya gejala alergi.
Atau Anda bisa mencoba memberikannya lagi pada bayi setelah selang beberapa hari. Apabila timbul gejala alergi yang sama, maka bisa dipastikan jenis makanan tersebutlah penyebabnya.
Hal apa saja yang harus dilakukan orang tua apabila riwayat alergi pada bayi ?
1. Sebaiknya tunda pemberian makanan pada bayi yang sering menimbulkan dan menyebabkan alergi, seperti halnya putih telur, kacang-kacangan, ikan laut dan alangkah baiknya bila Anda memberikan makanan tersebut setelah bayi berusia 9 bulan.
2. Untuk bayi yang telah terbukti mempunyai reaksi alergi, lebih baik Anda menunda pemberian telur setelah bayi berusia 2 tahun, namun untuk pemberian ikan laut dan kacang-kacangan boleh diberikan saat ia berusia 3 tahun.
3. Makanan yang berbahankan tepung beras atau tepung kacang hijau boleh dikonsumsi oleh bayi dengan menambahkan ASI, air atu menambahkan susu formula.
4. Jika menambahkan susu formula, perhatikan terlebih dahulu apakah bayi Anda alergi atau tidak terhadap susu sapi. Bila bayi alergi, disarankan agar menlurtkan dengan susu formula yang khusus untuk bayi yang menderita terhadap susu sapi.
5. Ketika bayi sudah diperbolehkan untuk mengkonsumsi protein, sebaiknya pilihlah sumber yang paling jarang menyebabkan sebuah reaksi alergi, yaitu : protein yang berasal dari unggas atau sapi serta protein nabati yang berasal dari jenis kacang-kacangan, seperti halnya kacang merah .
Penanganan apa saja yang harus dilakukan orang tua bila bayi menderita diare ?
1. Sebaiknya tetaplah berikan ASI dan makanan yang sehari-hari biasa bayi konsumsi, namun makanan yang diberikan bukan dari jenis makanan yang dapat menimbulkan reaksi alergi ya bun.
2. Berikan pada bayi cairan oralit, yang khusus untuk bayi sesuai dengan jumlah cairan bayi yang keluar melalui muntah ataupun kotoran.
3. Sebagai batas patokan, ketika bayi Anda menderita diare berikan oralit sebanyak 100 ml.
4. Secepatnya bawalah bayi Anda untuk berobat bila diare tetap berkelanjutan atau bahkan sama sekali tidak mengalami perubahan sedikitpun.
Setelah membaca cara mengetahui dan mengatasi alergi pada bayi seperti disebutkan di atas, semoga Bunda tidak panik lagi jika bayi mengalami alergi pada makanan, tetaplah tenang dan jangan panik jika perlu segeralah bawa bayi Anda untuk berkonsultasi ke dokter anak.

12 Resep Makanan Bayi 1 Tahun Dan Cemilan Praktis Sehat Dan Bergizi

12 Resep Makanan Bayi 1 Tahun dan Cemilan Praktis Sehat dan Bergizi. Pada umumnya membuat makanan untuk bayi merupakan hal yang tidak mudah, karena ketika rasanya tidak enak/pas maka anak jadi susah makan. Makanan bayi 1 tahun atau lebih sering dikenal dengan MPASI (makanan pendamping asi) memang sangat diperlukan.

Menu makanan bayi juga harus kaya akan gizi karena saat bayi mendapatkan gizi yang cukup maka perkembangan tubuhnya akan cepat dan sehat.  Serta bagi bayi yang masih dibawah 2 tahun sebaiknya harus tetap mendapatkan asupan ASI.

12 Resep Makanan Anak 1 Tahun Dan Cemilan Praktis Sehat Dan Bergizi


Dan saat Anda membuat makanan sehat untuk bayi sebaiknya jangan terlalu banyak memberi garam dan gula,  karena hal tersebut akan berdampak kurang baik bagi perkembangan bayi. 

Dan berikut ini 12 menu makanan sehat dan berigizi untuk bayi yang bisa Anda coba dan praktikan untuk bayi usia 1 tahun ke atas :

1. Resep Makanan Sehat Dan Bergizi Sayur Bayam Ayam Suwir Untuk Bayi

Bahan-bahan sayur bayam ayam suwir yang perlu disiapkan:
Ø  Bayam
Ø  Wortel
Ø  Jagung manis
Ø  Siapkan air secukupnya
Ø  Dada ayam
Ø  Garam dan gula pasir secukupnya

Cara Membuat Sayur Bayam Ayam Suwir :

·      Masukan dada ayam terlebih dahulu kedalam air yang mendidih, hingga dada ayamnya empuk. kemudian angkat dan sisihkan lalu di suwir-suwir. 
·    Masukan wortel dan jagung manis kedalam air kaldu tersebut hingga empuk.
·     Taburkan garam dan gula pasir secukupnya, lalu masukan bayam dan masak jangan lebih dari 1 menit. kemudian angkatlah dan jangan lupa campurkan suwiran daging ayam dan nasi putih.

2. Sup Jagung Kacang Polong Untuk Bayi

Bahan sup jagung kacang polong yang perlu disiapkan :
Ø  Kacang polong rebus, yang sudah dihaluskan
Ø  Jagung manis rebus, yang sudah dihaluskan
Ø  Wortel, yang sudah diparut
Ø  1 butir telur ayam
Ø  Siapkan air secukupnya

Cara Membuat Sup Jagung Kacang Polong :

·       Campurkan semua bahan-bahan tersebut, aduk dan kentalkan dengan kocokan telur, lalu masaklah hingga matang.
·       Bisa juga disajikan dengan tambahan parutan keju secukupnya.

Baca Juga : Memilih Obat Batuk Untuk Ibu Menyusui Yang Aman Dan Alami

3. Bubur Sayur Gurih Spesial Buat Bayi 1 Tahun

Bahan bubur sayur gurih yang perlu disiapkan :
Ø  Beras putih
Ø  Wortel, yang sudah diparut
Ø  Bayam, yang sudah dicincang halus
Ø  Labu siam, yang sudah diparut
Ø  Kaldu ayam atau air secukupnya
Ø  Santan

Cara Membuat Bubur Sayur Bayi :

·       Campurkan dan masaklah semua bahan-bahan tersebut hingga menjadi bubur kecuali : bayam dan santan
·       Ketika hampir matang, masukan santan dan masak sebentar juga diaduk hingga benar-benar rata.
·      Terakhir masukkan sayur bayam, masak selama 1 menit, angkatlah dan sajikan bersamaan dengan telur puyuh yang sudah direbus.

4. Resep Makanan Bayi : Sup Tahu Sayuran

Bahan sup tahu sayuran yang perlu disiapkan :
Ø  Tahu, yang sudah dipotong kecil-kecil
Ø  Wortel, yang sudah diserut
Ø  Daun bawang, yang sudah dihaluskan
Ø  Bawang merah, yang sudah diiris tipis
Ø  1 butir telur ayam
Ø  Garam dan air secukupnya

Cara Membuat Sup Buat Bayi :

·      Tumis bawang terlebih dahulu dan masukkan ke dalam air yang sudah mendidih.
·      Tambahkan tahu, wortel dan garam lalu pecahkan 1 butir telur kemudian diaduk, tapi jangan sampai telurnya terlalu hancur.
·     Yang terakhir masukkan daun bawang yang sudah dihaluskan lalu masaklah selama sebentar, kemudian angkat dan sajikan.

5. Bubur Udang Sayuran Untuk Bayi Diatas 1 Tahun

Bahan bubur udang sayuran yang perlu disiapkan :
Ø  Beras
Ø  Udang, yang sudah dikupas bersih dan dicincang
Ø  Wortel, yang sudah diserut
Ø  Bayam,yang sudah di iris halus
Ø  Labu siam, yang sudah diserut
Ø  Garam dan air secukupnya
Ø  Telur puyuh rebus secukupnya

Cara Membuat Bubur Sayur Udang Buat Bayi :

·    Campurkan dan masaklah semua bahan-bahan tersebut hingga menjadi bubur, dan untuk bayam dimasukkan paling terakhir.
·       Sajikan bubur bersamaan dengan telur puyuh rebus yang sudah di potong-potong.

Aneka Menu Masakan untuk bayi uisa 1 tahun di atas juga bisa dikreasikan dengan campuran variasi jenis makanan sehat yang lainnya.

6. Sup Ikan Marlin Untuk Bayi 1 Tahun

Bahan sup ikan yang perlu disiapkan :
Ø  Fillet ikan marlin, potong menyerupai bentuk dadu
Ø  Wortel, yang sudah dipotong menyerupai bentuk dadu kecil
Ø  Kentang, yang sudah dipotong dadu kecil
Ø  Kol, yang sudah diiris halus
Ø  Daun bawang, yang sudah diiris halus
Ø  Merica bubuk secukupnya
Ø  Garam dan gula secukupnya
Ø  Kaldu ayam secukupnya
Ø  Daun salam
Ø  Bawang merah, bawang putih yang sudah dihaluskan

Cara Membuat Sup Ikan Marlin Buat Bayi :

·       Tumislah terlebih dahulu bawang merah, putih dan daun salam hingga tercium aroma harum.
·       Masukan wortel dan kentang kedalam rebusan kaldu ayam lalu biarkan sampai mendidih.
·      Masukkan juga potongan ikan lalu taburkan garam dan merica bubuk secukupnya.
·       Masaklah hingga semua matang dan sebelum diangakat taburkan irisan daun bawang dan kol secukupnya.

7. Resep Omelet Tahu Untuk Bayi

Bahan omlete tahu yang perlu disiapkan :
Ø  Telur ayam, yang sudah dikocok lepas
Ø  Tahu, yang sudah dihaluskan
Ø  Garam secukupnya

Cara Membuat Omlete Tahu :

·      Campurkan semua bahan-bahan tersebut, buat telur dadar dalam wajan, setelah matang kemudian cingcanglah tapi jangan terlalu halus.

8. Makanan Bayi 1 Tahun : Sup Daging Sayuran Spesial

Bahan sup daging untuk bayi yang perlu disiapkan :
Ø  Daging sapi, potong menyerupai bentuk dadu
Ø  Wortel, yang sudah dipotong menyerupai bentuk dadu
Ø  Kembang kol, yang sudah dicincang
Ø  Kol, yang sudah diiris halus
Ø  Daun bawang, yang sudah diiris halus
Ø  Kaldu sapi
Ø  Garam secukupnya
Ø  Air secukupnya
Ø  Bawang merah yang diiris tipis dan sudah di tumis

Cara Membuat Sup Daging Untuk Bayi:

·         Masukan daging sapi terlebih dahulu kedalam air yang mendidih, hingga dagingnya empuk. kemudian angkat dan sisihkan.
·         Masukan wortel, kembang kol, kol dan bawang merah yang sudah di tumis kedalam air kaldu daging sapi tersebut hingga empuk.
·         Campurkan semua bahan-bahan tersebut lalu taburkan garam dan daun bawang secukupnya 
·         Sajikan dengan nasi putih.

9. Sup Tempe Sayuran Bayi 1 Tahun

Bahan sup tempe sayuran yang perlu disiapkan :
Ø  Wortel, yang sudah diserut
Ø  Tempe, yang sudah dicincang kasar
Ø  Kacang panjang, yang sudah diiris tipis
Ø  Kentang, yang sudah diserut
Ø  Kaldu ayam
Ø  Garam secukupnya

 Cara Membuat Sup Tempe Sayuran :

         ·    Campurkan dan masaklah semua bahan-bahan tersebut hingga matang . 

Resep Menu Cemilan Anak Usia 1 Tahun Yang Mudah Dan Praktis

12 Resep Makanan Anak 1 Tahun Dan Cemilan Praktis Sehat Dan Bergizi


Selain aneka resep makanan anak 1 tahun, untuk si Kecil juga sudah diperbolehkan mengkonsumsi cemilan. Namun cemilan yang dikonsumsi  juga harus mengandung gizi agar bayi terjamin kesehatannya.
Berikut ini 3 resep puding sehat dan bergizi untuk bayi usia 1 tahun keatas :

10. Cemilan dan Makanan Bayi | Resep Puding Oatmeal

Bahan Puding Oatmeal yang harus disiapkan :
Ø  3 sdm oatmeal
Ø  150 ml susu cair (uht cokelat)
Ø  1-2 sdm gula pasir
Ø  1 butir telur ayam, yangsudah dikocok lepas
Ø  keju yang sudah diparut

Cara Membuat Puding Oatmeal Untuk Bayi :

·       Campurkan semua bahan-bahan tersebut kecuali : keju , masukkan ke dalam pinggan yang tahan pansa, kemudian kukuslah selama 20 menit.
·       Terakhir sajikan dengan taburan parutan keju diatasnya.  

11. Makanan Bayi | Puding Roti Susu Cokelat Untuk Bayi

Bahan puding roti susu coklat yang harus disiapkan :
Ø  2 lapis roti tawar yang sudah di suwir-suwir
Ø  125 ml susu cokelat cair
Ø  1 sdm susu kental manis
Ø  1 butir telur ayam
Ø  keju yang sudah diparut

Cara Membuat Puding Roti Susu Coklat Untuk Bayi :

·       Kocoklah telur dan susu kemudian campurkan dengan roti.
·      Tuang kedalam loyang ataupun pinggan tahan panas, kukus selama 15 sampai 20 menit.
·      Sajikan dengan parutan keju diatasnya

Baca Juga : Tips Memilih Menu Makanan yang Baik untuk Ibu Menyusui


12.  Puding Wortel

Bahan puding wortel yang harus disiapkan :
Ø  1 batang wortel, yang sudah di potong-potong, lalu di blender dengan 100 ml air
Ø  200 ml susu cair
Ø  1/5 sdm agar-agar bubuk putih
Ø  1-2 sdm gula pasir

Cara Membuat Puding Wortel Untuk Bayi :

·       Rebuslah susu, agar-agar bubuk dan gula pasir,  kemudian campurkan wortel tadi yang telah di haluskan.
·      Tungkan ke dalam cetakan, lalu beri 1 iris wortel rebus diatasnya, masukan kedamalam frezeer atau kulkas hingga beku. 
Demikianlah 12 Resep Makanan Bayi 1 Tahun Dan Cemilan Praktis Sehat Dan Bergizi yang perlu Anda ketahui. Terima kasih telah berkunjung dan menyempatkan membaca, semoga artikel yang Anda baca ini bermanfaat, dan sampai jumpa di artikel yang bermanfaat lainnya.